Kamis, 10 September 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Kukuhkan Sebagai Warisan Budaya UNESCO, DPD PPSI Garut Gelar Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat
OLAHRAGA Sabtu, 29 Agustus 2026 - 03:00

Kukuhkan Sebagai Warisan Budaya UNESCO, DPD PPSI Garut Gelar Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat

person Admin | visibility 227
Kukuhkan Sebagai Warisan Budaya UNESCO, DPD PPSI Garut Gelar Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat

HARIANGARUT.NEWS - Tabuhan suara kendang mengiringi denyut aktivitas di SOR RAA Adiwidjaya, Kabupaten Garut. Kabupaten yang menyimpan narasi kejayaan Blubur Limbangan pada abad ke-18 itu tengah menggelar Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat tingkat Kabupaten.

 

Mengusung tema "Ngamumule Seni Karuhun, Sangkan Panggih Jeung Huripna Budaya Sunda",  Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat ini digelar oleh pengurus DPD Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Garut, selama dua hari yakni pada Sabtu-Minggu (29-30/08/2026) di GOR Beladiri Talaga Bodas, Komplek SOR RAA. Adiwidjaya, Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul.

 

Hadir dalam acara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut, Asep Mulyana, Humas KONI Kabupaten Garut, Igie N. Rukmana, Penasehat IPSI Kabupaten Garut, H. Dede Darmawan, Pj. Ketua DPD PPSI Kabupaten Garut, Okong Sugriwa, Ketua Paguron Putra Siliwangi, H. Opik, Ketua Pelaksana Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat, Nurjaman, Para Sesepuh Silat Garut, Para Ketua Paguron Se-Kabupaten Garut beserta undangan lainnya.

Ketua Pelaksana, Nurjaman, S.IP, M.Si dalam sambutannya menyampaikan, kejuaraan yang akan meloloskan perwakilan ke tingkat DPW atau Provinsi ini diikuti oleh 26 perguruan, 400 peserta, dan 338 tayang.

 

"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya DPD PPSI Kabupaten Garut dalam melestarikan, mengembangkan, dan memperkenalkan Seni Ibing Pencak Silat sebagai warisan budaya bangsa. Pasanggiri ini juga menjadi wadah bagi para pesilat, pelatih, padepokan, untuk meningkatkan kemampuan, kreativitas, sportivitas terhadap Seni Tradisi Pencak Silat," ungkap Nurjaman.

 

Adapun kategori putra-putri yang diperlombakan, kata dia, yakni Tunggal, Ijen, dan Rampak dengan kelompok usia anak, remaja, serta dewasa. Sementara peserta kegiatan, imbuhnya, berasal dari berbagai padepokan, perguruan, dan komunitas Pencak Silat yang ada di wilayah Kabupaten Garut.

"Kegiatan ratusan peserta pada kegiatan pasanggiri ini merupakan bukti bahwa semangat untuk ngamumule budaya Sunda, khususnya Seni Ibing Pencak Silat masih sangat kuat di masyarakat. Tentunya, para atlet yang berkumpul untuk meraih prestasi yang dapat dipersembahkan sebagai wujud pelestarian budaya yang diwariskan oleh leluhur Sunda," tandasnya.

 

Pesan moral, sosial, budaya, dan spiritual dalam Pencak Silat ini, lanjut Nurjaman, mengejawantah ke dalam jati diri seluruh peserta yang berfungsi sebagai sarana pendidikan mental, pembentukan karakter, ikatan persaudaraan, tata krama, dan solidaritas antar sesama pesilat, tukasnya.

"Pasanggiri Seni Ibing yang ditampilkan ini semakin mengukuhkan seni bela diri Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada tahun 2019.‌‌ Tidak hanya melahirkan para jagoan, gelaran pasanggiri juga menjadi kawah candradimuka bagi para pesilat muda Garut dalam pembentukan karakter, ikatan persaudaraan, kedisiplinan, kekesatriaan, dan bela negara," pungkas Nurjaman, yang juga menjabat sebagai Kasi Trantib di Kecamatan Tarogong Kidul.***(Igie)

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB