16 Karateka Dojo Cibatu Ikut Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di Mapolres Garut
HARIANGARUT.NEWS - Para Karateka dari Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Dojo Ranting Polsek Cibatu Cabang Kabupaten Garut yang berjumlah 16 siswa mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di Aula Mumun Surachman, Mapolres Garut, Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Suci, Kecamatan Karangpwitan, Minggu (16/04/2026). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa dari berbagai dojo sesuai tingkatan sabuk, mulai dari sabuk putih hingga sabuk biru.
Senpai Karate Dojo Cibatu, Andriana SH mengatakan, bahwa ujian kenaikan tingkat diadakan enam bulan sekali dan ujian tersebut sebagian dari evaluasi selama mengikuti karate. Ujian ini juga, imbuhnya, merupakan bagian dari upaya peningkatan keterampilan dan penguasaan teknik bela diri para karateka.
“Ini bagian dari pelatihan mental dan karakter. Tidak hanya menghafal jurus atau kata saja, tetapi memupuk mental agar lebih percaya diri. Olahraga karate ini baik bagi perkembangan fisik dan mental serta spiritual anak. Jadi, ujian kenaikan sabuk pada hari ini dilakukan serempak oleh Dojo Se-Kabupaten Garut, dan ada ratusan karateka yang mengikuti ujian,” katanya.
Mereka yang mengikuti UKT, lanjut Andri, berasal dari berbagai pemegang sabuk. Khusus Dojo Cibatu, ada beberapa tingkat sabuk dalam ujian kenaikan tingkat ini. Yakni 12 siswa putih ke kuning, 3 siswa kuning ke hijau, dan 1 siswa hijau ke biru. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk terus berlatih dan berprestasi dalam bidang olahraga, khususnya karate, baik di tingkat sekolah maupun kompetisi luar sekolah.
"Kenaikan sabuk yang dilakukan diharapkan bisa memberikan angin segar bagi kemajuan karate di Kabupaten Garut, khususnya di wilayah Cibatu dan Garut Utara. Kenaikan sabuk seperti ini dilakukan dua kali dalam setahun. Selama enam bulan mereka mendapatkan porsi latihan baru naik sabuk. Dengan naik sabuk, kualitas para atlet juga meningkat. Imbasnya prestasi bisa diraih baik level provinsi, regional maupun nasional,” ungkapnya.
Dikatakan Andriana, Karate Dojo Cibatu akan terus berkomitmen mendukung perkembangan bakat siswa dalam bidang olahraga untuk mencetak generasi muda yang sehat dan berprestasi. Para peserta yang terdiri dari berbagai tingkatan menunjukkan semangat dan dedikasi yang tinggi selama proses ujian berlangsung.
Alkhalifi ZH, salah satu peserta UKT mengungkapkan bahwa dirinya merasa gugup sebelum mengikuti ujian.
“Gugup tentunya ada, tapi bagaimana caranya kita meyakinkan diri sendiri untuk tenang, karena sudah latihan dari jauh hari. Intinya adalah percaya diri dengan kemampuan kita,” ujarnya.
Sementara itu, Igie N. Rukmana, S.Kom, salah satu orangtua siswa di Karate Dojo Cibatu menuturkan, pembinaan atlet usia dini maupun usia muda tentu banyak manfaatnya. Setidaknya mereka mendapatkan kegiatan positif dan menjauhi hal-hal negatif yang dapat merusak generasi bangsa seperti pengaruh gudget dan narkoba.
“Kegiatan seperti ini harus didukung seluruh pihak, karena merupakan salah satu wadah yang positif dan konstruktif bagi anak-anak melalui jalur olahraga untuk mengembangkan bakat dan potensi anak untuk meraih prestasi dan bekal mereka dalam meraih cita-cita masa depan. Ditambah mereka bisa tampil disiplin, karena karate tidak hanya soal skill tapi membentuk kepribadian. Terima kasih kepada senpai dan sensei Karate Dojo Cibatu yang telah membimbing putri kami, namun sayang, pada kesempatan ini putri kami Anindita Nahda tidak bisa mengikuti kegiatan kenaikan sabuk karena ada acara keluarga,” ujarnya.
Pantauan media, ujian dipandu oleh pelatih dari perguruan karate setempat, dengan setiap peserta diuji dalam berbagai aspek, seperti teknik dasar (kihon), dan jurus (kata). Para siswa menunjukkan kemampuan terbaik mereka untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi sesuai dengan hasil evaluasi.***