Antisipasi Musim Kemarau, Dinas Pertanian Kabupaten Garut Tinjau Ketersediaan Air di Wilayah Selatan
HARIANGARUT.NEWS – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Garut, Dedy Mulyadi, melakukan kunjungan kerja lapangan di wilayah Garut Selatan pada Selasa dan Rabu tanggal 31 Maret sampai 1 April 2026.
Kunjungan ini bertujuan untuk mengecek langsung kondisi tanaman padi serta memastikan kesiapan infrastruktur pengairan menjelang datangnya musim kemarau.
Dalam peninjauan ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kadistan Garut didampingi oleh Kepala Bidang Prasarana, Rahmat, pelaksana Bidang Sarana, Jey, serta Penyuluh Pertanian Kabupaten, Deni Septiana. Turut hadir mendampingi jajaran UPT Wilayah Selatan, para Kasubag, serta Koordinator Penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cibalong, Cikelet, dan Pameungpeuk.

Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan distribusi air berjalan optimal. Tim melakukan penyisiran mulai dari titik hulu aliran air hingga ke saluran tersier yang langsung mengairi areal persawahan warga.
"Kami ingin memastikan bahwa pasokan air bagi petani di wilayah selatan tetap terjaga. Pengecekan dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir untuk mengidentifikasi potensi kendala distribusi sebelum kemarau mencapai puncaknya," ujar Plt. Kadistan Garut, Dedy Mulyadi.
Selain masalah pengairan, tim juga memantau kesehatan tanaman padi di tiga kecamatan tersebut. Berdasarkan hasil pantauan, secara umum tanaman padi di wilayah Cibalong, Cikelet, dan Pameungpeuk masih dalam kondisi baik. Namun, para penyuluh diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi serangan hama yang kerap muncul saat transisi musim.
Di tempat yang sama, Kabid Prasarana, Rahmat, menambahkan bahwa pihaknya tengah mendata kebutuhan sarana pendukung tambahan jika diperlukan pompanisasi di titik-titik rawan kekeringan. Kemudian koordinasi Intensif, dengan menginstruksikan BPP di tiap kecamatan untuk terus melaporkan debit air secara berkala. Mengimbau petani untuk mengikuti pola tanam yang sesuai dengan ketersediaan air guna meminimalisir risiko gagal panen.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pertanian dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan memberikan rasa aman bagi para petani di tengah perubahan cuaca. ***