Belasan Siswa Domisili Samping Sekolah Tak Lolos SPMB, Warga Pertanyakan Penahanan Berkas di SMP Negeri 1 Garut
HARIANGARUT.NEWS - Kecewa dengan hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), ratusan warga masyarakat dari Kecamatan Garut Kota dan Tarogong Kidul, menggeruduk kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut di Jalan Pembangunan, Kelurahan Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (06/07/2026).
Kedatangan ratusan warga ini merupakan buah dari kekecewaan karena anak-anak mereka tidak lolos masuk mendaftar dalam SPMB di SMP Negeri 1 dan 2 Garut, kemudian juga di SMP Negeri yang ada di Kecamatan Tarogong Kidul. Menurut pengakuan beberapa warga dari Kelurahan Pakuwon, merasa janggal dengan hasil SPMB. Karena kalau berbicara domisili wilayah tinggalnya satu lingkungan dengan sekolah di wilayah RW 08 Kelurahan Pakuwon.

Nampak juga hadir mendampingi warga yang protes, Lurah Pakuwon Agus Kusnadi dan Ketua Komite SMP Negeri 1 Garut, H Delit Suparman. Kemudian hadir juga Kepala Desa Jayaraga, Syam Sakti serta Ketua Komite SMP Negeri dari wilayah Kecamatan Tarogong Kidul.
Saat ditemui di lokasi, Lurah Pakuwon menyebut ada belasan warganya dari RW 01, 08 dan 11 yang mengadu tidak lolos mendaftar di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Garut.
"Dari RW 8 warga mengadu, ada belasan tidak lolos. padahal kalau bicara domisili, mereka di lingkungan sekolah, belakang gedung SMPN 1," ujar Lurah Agus.

Di tempat yang sama, mewakili warga Pakuwon yang anaknya tidak lolos SPMB, Uun Frinawati, menyebut ada sekitar 14 orang anak yang dinyatakan tidak lolos ke SMP Negeri 1 Garut dan 5 orang ke SMP Negeri 2 Garut. Namun yang membuat warga marah dari pihak SMP Negeri 1 Garut khususnya yang menahan berkas siswa, sehingga menjadi kendala orangtua untuk mencari alternatif sekolah lain.
"Kenapa berkas mesti ditahan pihak sekolah, seharusnya kalau mereka dinyatakan tidak lolos, segera berikan berkasnya. Jadi para orangtua bisa mencari alternatif sekolah lain," tandas Uun.
Warga mengaku sulit menemui Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Garut untuk meminta penjelasan. Dengan datangnya ke dinas pendidikan, mereka berharap aspirasi dan pernyataan kekecewaan mereka bisa ditindaklanjuti oleh Bupati Garut dan pihak dinas pendidikan, demi masa depan anak-anak mereka melanjutkan jenjang pendidikan. Apalagi, menurut jadwal SPMB, rentang waktu yang hanya tinggal 1 hari lagi masa pendaftaran. ***