Gandeng Perusahaan Jadi Bapak Angkat Cabor, KONI Garut Gelar Rapat Koordinasi Pro-G
HARIANGARUT.NEWS - Melalui kegiatan Pekan Raya Olahraga Garut atau Pro-G, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut akan menggandeng para pelaku usaha untuk bersama-sama memajukan dan meningkatkan prestasi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2026 dengan pola bapak angkat cabang olahraga andalan dan berprestasi.
Demikian disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Pro-G, Agus M. Barkah M.Si, yang juga menjabat Wakil Ketua IV KONI Kabupaten Garut, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan Pro-G di Sekretariat KONI Kabupaten Garut, Jalan Cimanuk, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (28/04/2026). Kegiatan Pro-G yang akan digelar merupakan amanat Rakerkab dan Workshop KONI yang baru dilaksanakan baru-baru ini.

"Dalam kegiatan tersebut nanti akan digelar dua pertandingan cabang olahraga yakni Padel dan Mini Soccer bertempat di kawasan Mandala Area, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Karangpawitan pada 20-21 Juni 2026 mendatang. Nanti kita undang para dewan penyantun dari perusahaan untuk membahas kondisi olahraga Garut," ungkap Abar, sapaan akrab Agus Barkah.
Hasil dari pertemuan tersebut, Abar menyatakan untuk menaikkan kembali prestasi olahraga perlu dukungan dari semua pihak termasuk pada pelaku usaha di Kabupaten Garut. Dia menekankan bahwa solusi konkret harus segera diterapkan salah satunya melalui keterlibatan dunia usaha dengan mengusulkan skema bapak angkat cabang olahraga agar pembinaan tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah.

"Kontribusi bukan hanya uang, tetapi bisa juga berupa peralatan dan kostum, cukup satu perusahaan membina satu cabang olahraga, maka kami berharap para pengusaha harus ikut andil dalam memajukan prestasi olahraga Garut menuju Porprov, atau event lainnya. Pada Porprov nanti kita akan memberangkatkan 530 atlet dari 55 Cabor," ungkapnya.
Kemudian lagi, lanjut Abar, banyak atlet berbakat dan prestasi bisa meninggalkan Garut karena daerah lain menawarkan pembinaan dan penghargaan lebih layak di mana Garut kalah bersaing karena anggaran tidak cukup. Sarana penunjang peningkatan prestasi atlet, imbuhnya, tidak hanya semata-mata dari segi teknis seperti latihan dan pembinaan saja, tentunya dari segi finansial juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

"Pada Porprov 2026 nanti, kita akan menghadapi sejumlah tantangan, dan atlet Garut harus mempersiapkan diri dalam bersaing dengan kontingen Kota/Kabupaten lain. Untuk itu kita berharap dunia usaha di Garut ini bisa bersama-sama mendukung, agar prestasi olahraga bisa terus meningkat," tukasnya.***(Igie)