Hardiknas 2026, Camat Cikajang Garut Serahkan Penghargaan Kepada Sekolah Berprestasi
HARIANGARUT.NEWS - Pemerintah Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut bersama stakeholder pendidikan, gelar upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di alun-alun kecamatan setempat, pada Sabtu (02/04/2026). Hadir dalam upacara dari unsur UPTD, PGRI, para guru pengajar, perwakilan siswa tingkat SD, SMP dan SMA serta undangan lainnya.
"Ahamdulilah semua stakeholder khususnya bidang pendidikan dan UPTD–UPTD yang lainya hadir termasuk termasuk perwakilan dari siswa-siswi dari tingkat Sd, SMP, SMA," ujar Camat Cikajang, Riana Tasripin S Sos.
Dikatakan Riana, pada kesempatan upacara ada penyerahan penghargaan dan piala lomba Cerdas Cermat tingkat Kecamatan Cikajang dalam momentum Hardiknas 2026. Penghargaan dan piala, kata dia, diserahkan kepada SD Cikajang 2 yang meraih Juara 1, kemudian Juara 2 Cikajang 1, dan Juara 3 Cibodas 4.
"Ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan dari PGRI, dan untuk Juara 1 ini akan mewakili Kecamatan Cikajang untuk mengikuti ACC di tingkat kabupaten, tapi hasilnya kurang beruntung. Mudah mudahan ke depan ACC di tingkat kabupaten bisa berprestasi," harap Riana.
Camat Riana menilai, kekompakan pendidikan khususnya guru mulai dari tingkat paling bawah, mulai PAUD, SD, SMP serta SMA kebersamaannya sangat tinggi khususunya guru.
"Allhamdulilah salah satunya kalau kejadian kejadian di Cikajang masalah pendidikan seperti kenakalan remaja, bullying atau yang lainnya sangat kurang. Ini adalah bukti kerjasamanya unsur Forkompimcam khususnya stakeholder di bidang pendidikan yang ada.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua 1 PGRI Cabang Kecamatan Cikajang, Dedi supriatna, S Pd, M Pd, menuturkan, bahwa pelaksanaan upacara Hardiknas adalah momen bagaimana mengingat jasa pahlawan dalam bidang pendidikan, terutama Kihajar Dewantara. Karena atas perjuangannya, manfaat pendidikan bisa dirasakan hingga saat ini oleh seluruh rakyat Indonesia.
"Terbukti dengan adanya seperti hak-hak peserta didik, adanya perlidungan perlindungan terhadap guru dan terhadap peserta didik. Itu mencerminkan bahwa dunia pendidikan tidak main-main untuk jaman sekarang. Apalagi dengan didukung sarana prasarana semakin kesini oleh pemerintah itu semakin diperhatikan," kata Dedi.
Namun, imbuh Dedi, dijaman modern dan era digitalisasi Informasi Teknologi (IT) saat ini, seharusnya banyak kemudahan. Tapi kenyataannya terasa semakin ribet terutama oleh pendidik, berkaitan dengan hak-hak guru, ribet dalam sistem dan banyak aturan
"Kalau guru tidak melek IT maka akan ketinggalan untuk jaman sekarang. Untuk peserta didik, yang saya sayangkan seperti halnya sekarang itu kebablasan seperti dengan adanya perlindungan anak. Susah bagi guru bagaimana mendisiplinkan anak didik saat ini. Guru itu seolah dibatasi untuk mendisiplinkan peserta didik," katanya.
Sehingga, imbuh Dedi, tidak aneh untuk sekarang ini banyak contoh, saat guru menerapkan pendidikan disiplin, orangtua ikut campur ke dalam ranah pendidikan yang seharusnya di sekolah itu ranah guru.
"Sekarang orang tua ikut campur, dan akhirnya ketika guru itu berniat baik untuk mendisiplinkan siswa, akhirnya jadi salah kaprah," terang Dedi. (Bilal)