Keren! Pengelola Vasco Mini Soccer di Cibatu Ini Rintis dan Kembangkan Usaha Cilok "Ganas"
HARIANGRUT.NEWS - Berjualan keliling memberikan peluang yang menjanjikan untuk menawarkan produk atau layanan secara langsung kepada konsumen di lokasi-lokasi ramai. Namun untuk mencapai kesuksesan di bidang ini, dibutuhkan mental yang kuat. Setiap orang memiliki caranya tersendiri untuk mengatasi setiap hambatan dan tantangan yang ada.
Demikian disampaikan Muhamad Gugum Gumilar (34), salah seorang pengelola Lapangan Vasco Mini Soccer di Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Ia adalah sosok inspiratif yang membuktikan bahwa mimpi bisa dicapai dengan tekad kuat dan bantuan yang tepat. Bersama istrinya Yuli Yuliani, Gugum bermimpi memiliki usaha sampingan untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya kini terwujud. Ia butuh usaha yang bisa berjalan tanpa mengganggu tugasnya sebagai pengelola mini soccer. Dengan tekad yang kuat, ia mulai merintis usahanya.
Gugum saat ini sedang merintis jualan Cilok Keliling. Cilok, jajanan bulat nan kenyal tentu sudah banyak dikenal orang. Dengan motor gerobak dan semangat pantang menyerah, Ia membuktikan bahwa kekuatan sejati terletak pada kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan tekad yang kuat. Diakui Gugum, di tengah banyaknya makanan modern yang muncul, jajanan sederhana seperti cilok tetap punya tempat di hati masyarakat.
"Cilok bukan hanya makanan ringan, tapi juga punya nilai kenangan bagi banyak orang. Sejak dulu, jajanan ini sudah akrab dengan anak-anak sekolah, hingga orang dewasa. Menyantap cilok bisa terasa seperti kembali ke masa kecil yang sederhana. Saat banyak makanan baru bermunculan, cilok tetap bertahan sebagai camilan sejuta umat," ungkapnya.
Dikatakan Gugum, nama "Cilok Ganas" sendiri diambil dari nama kedua buah hatinya, yakni Gaffi dan Nafisa. Ia biasa berkeliling menjajakan dagangnya dari satu sekolah ke sekolah lain yang ada di kawasan Cibatu, Banyuresmi dan Limbangan. Aroma cilok produk Gugum ini memang sangat menggoda dan cita rasanya yang khas menjadikan gerobak motor cilok ini tempat yang tak terelakkan kepada setiap pelanggan yang datang.
"Saya menyajikan pilihan cilok yang kenyal dan lezat kepada setiap pelanggan yang datang. Topingnya beda-beda, ada rasa Cilok Jando, Ayam, Bawang, Tahu, Telur dan Baso Krikil, dibanderol dengan harga terjangkau Rp1.000 per satu biji. Selain isian yang berbeda, cilok disajikan dengan bumbu tambahan berupa saus kecap atau bumbu kacang gurih yang disesuaikan dengan selera pembeli," ungkapnya.

Sosok Gugum memang tipe seorang pekerja keras. Sebelum kesehariannya mengelola mini soccer dan jualan cilok keliling, dirinya pernah bekerja di berbagai perusahaan dan instansi pemerintahan. Mulai menjadi security di beberapa perusahaan, menjadi karyawan di CV. Colombia, SPPBE Gas LPG, hingga sebagai pegawai tenaga honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lebak-Banten. Menurut bapak dua anak ini, dia berjualan cilok belum lama, waktu berjualannya di pagi dan sore hari. Sementara di pagi harinya dia berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lainnya.
"Saya mulai berkeliling ke sekolah-sekolah pada pagi hari sampai siang. Itu pun kalau tidak ada yang menyewa lapang mini soccer. Tapi kalau tidak ada yang booking jualannya bisa sampai sore. Saya hanya memanfaatkan waktu luang, tapi juga berharap usaha cilok saya terus berkembang dan memiliki banyak karyawan," harap Gugum yang tinggal di Kp. Sindangrasa RT02/11, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu tersebut.
Gugum mengaku memiliki resep tersendiri buat menggaet pelanggan. Ia konsisten menjaga kualitas cilok, caranya dengan memakai bahan-bahan kualitas terbaik. Namun harga yang ditawarkan tidak mahal, sehingga pelanggan puas. Cilok-cilok tersebut akan dikukus lagi sebelum dijual ke para pelanggan. Yang juga membuat spesial dari cilok Ganas ini adalah racikan sambalnya.
"Untuk menjaga kualitas rasa, saya selalu pakai bahan terbaik, pelayanan juga harus baik, dari segi tampilan juga diperhatikan. Selain tepung tapioka, bahan-bahan lain yang digunakan untuk membuat cilok adalah tepung terigu, beberapa bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih. Selain itu ada juga daging ayam yang menjadi isian cilok. Untuk membuat sambal yang mantap, saya hanya menggunakan cabai rawit segar dan beberapa bumbu lainnya," kata Muhamad Gugum Gumilar.
Dalam mempertahankan dan mengembangkan usahanya, Gugum selalu mengedepankan inovasi. Bertahan dalam dunia bisnis bukan hanya soal menjaga stabilitas, tetapi juga terus berkembang dan beradaptasi. Di Cibatu, mungkin banyak para pedagang baru, itulah bentuk inovasi yang terus ia lakukan, agar pelanggan selalu memiliki pengalaman yang menarik setiap kali membelinya.
Lebih dari sekadar bisnis, Gugum memiliki misi yang lebih besar, yaitu berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya. Ia percaya bahwa usaha yang baik bukan hanya yang menguntungkan secara finansial, tetapi juga yang mampu memberikan dampak positif bagi orang lain. Ia tidak menetapkan tolak ukur pasti untuk mengukur keberhasilan, namun setiap tahun Gugum bersama keluarga kecilnya selalu memiliki tujuan yang jelas, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.***(Igie)