Selasa, 12 Mei 2026
lock
Iklan Header
Beranda / Berita / Menanamkan Karakter Religius Sejak Dini melalui Program Selasa Asmaul Husna ‘SELASIH’ di SDN 1 Suci Kaler Garut
PENDIDIKAN Selasa, 14 April 2026 - 07:43

Menanamkan Karakter Religius Sejak Dini melalui Program Selasa Asmaul Husna ‘SELASIH’ di SDN 1 Suci Kaler Garut

person Admin | visibility 133
Menanamkan Karakter Religius Sejak Dini melalui Program Selasa Asmaul Husna ‘SELASIH’ di SDN 1 Suci Kaler Garut

HARIANGARUT.NEWS - Pendidikan dasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang strategis dalam pembentukan karakter peserta didik. Kesadaran inilah yang mendorong SDN 1 Suci Kaler Garut menghadirkan program pembiasaan religius bertajuk Selasa Asmaul Husna (SELASIH) sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.


Program SELASIH merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Selasa sebelum proses pembelajaran dimulai. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul di luar kelas untuk bersama-sama melantunkan Asmaul Husna, doa pagi, serta tausiyah singkat yang disampaikan oleh guru secara bergiliran.


Kegiatan ini lahir dari kesadaran bahwa pendidikan karakter harus dilakukan secara konsisten, terstruktur, dan berkelanjutan. Pembiasaan membaca Asmaul Husna diyakini mampu menanamkan nilai keimanan, ketenangan batin, serta sikap positif dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Kepala sekolah SDN 01 Suci Kaler Yova Anugrah, S.Pd, M.Pd, MCE menegaskan bahwa SELASIH bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi membangun budaya sekolah yang religius dan humanis.


“Melalui SELASIH, kami ingin anak-anak tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, disiplin, serta kepedulian sosial yang kuat,” ujarnya.


Pelaksanaan SELASIH dimulai pukul 07.00 WIB. Siswa datang lebih awal, berbaris rapi, kemudian mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat. Pembiasaan ini secara tidak langsung melatih kedisiplinan waktu, tanggung jawab, serta rasa kebersamaan di antara warga sekolah.


"Setelah pembacaan Asmaul Husna, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pesan moral yang relevan dengan kehidupan siswa, seperti kejujuran, sopan santun, tanggung jawab, dan pentingnya menghormati orang tua serta guru. Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak" tambahnya.


Selain itu kegiatan ini juga berdampak positif terhadap suasana belajar. "Siswa terlihat lebih tenang, fokus, dan siap mengikuti pelajaran. Lingkungan sekolah pun menjadi lebih kondusif dan harmonis". Ungkap Yova.


Yova pun berharap bahwa program SELASIH juga tentunya harus mendapat apresiasi dari orang tua siswa. "Para orang tua harus merasakan perubahan sikap anak di rumah, seperti lebih rajin berdoa, sopan dalam berbicara, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci keberhasilan program ini". ***

Bagikan:

forum Komentar

Tulis Komentar

Anda berkomentar sebagai Tamu

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan untuk artikel ini.

Iklan BJB