Sekda Garut Apresiasi Spirit Kegiatan Belajar Mengajar PKBM Bumi Indonesia di Bulan Suci Ramadhan
HARIANGARUT.NEWS - Mengisi momen produktif di bulan puasa rutinitas ibadah memerlukan kreativitas tinggi, terutama bagi para peserta didik yang sedang menempuh jalur pendidikan kesetaraan di berbagai lembaga belajar. Bulan suci sering kali dianggap sebagai waktu untuk bersantai, namun bagi mereka yang memiliki visi masa depan, periode ini adalah kesempatan emas untuk mengasah keahlian.
Seperti halnya yang dilakukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bumi Indonesia yang berlokasi di Kampung Tabrik 03/02, Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, para pengajar
memberikan pembekalan berupa keterampilan praktis bukan hanya sekadar mengisi waktu kosong, melainkan bentuk investasi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar siap bersaing di dunia kerja maupun kewirausahaan secara mandiri.
"Pada dasarnya puasa bukan sekedar latihan fisik, tatapi juga latihan spiritual. Puasa mendidik manusia untuk menahan keinginan, menahan amarah, dan menjaga tutur kata. Dalam dunia modern yang serba cepat dan konsumtif, latihan spiritual tersebut menjadi sangat relevan. Ibadah puasa di bulan ramadhan menghadirkan suatu jeda, memaksa manusia memperlambat ritme hidup dan menata kembali orientasi batinnya," ungkap Kepala Sekolah PKBM Bumi Indonesia, Romdon Hanapi, Sabtu (28/02/2026).
Puasa bagi murid, kata Romdon, bukan sekedar menahan lapar, melainkan sarana mendidik karakter disiplin, sabar, dan empati sosial. Ibadah ini mengajarkan manajemen emosi, ketaatan, dan bersyukur atas kenikmatan makanan, sekaligus meningkatkan konsentrasi dan fungsi kognitif. Ini adalah momen penting untuk mewujudkan kejujuran dan kepedulian terhadap sesama yang kurang mampu.
"Menyikapi bulan puasa yang juga berbarengan dengan pesatnya informasi di dunia digital, kiranya kami perlu berperan juga sebagai motivator dan pendukung emosional bagi peserta didik. Keterlibatan afektif sangat berpengaruh dalam pembelajaran mendalam. Dukungan emosional akan mendorong penggunaan strategi belajar yang lebih reflektif dan mendalam. Lingkungan kelas yang aman dan empatik memungkinkan siswa merasa nyaman, termotivasi, dan dapat mendorong semangat belajar dan keterlibatan murid secara utuh," beber Romdon.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Drs. Nurdin Yana MH mengapresiasi kiprah PKBM Bumi Indonesia yang selama ini mewadahi masyarakat mendapatkan pendidikan. Apresiasi terutama kepada para kepala sekolah atau tutor yang telah mendidik masyarakat. Pendidikan sejatinya adalah hak dasar yang tidak mengenal kasta sosial maupun batasan usia.
Nurdin Yana meminta kepada pengelola PKBM agar terus berjuang mencetak SDM yang berdaya saing. Langkah itu sejalan dengan semangat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari sektor pendidikan. Lebih jauh, Sekda Garut menilai kehadiran PKBM menyiratkan langkah penting dalam upaya menekan angka putus sekolah dan memberikan harapan bagi mereka yang selama ini terpinggirkan dari akses pendidikan formal.
"Saya ingin (peserta didik) jangan hanya sekadar mendapatkan sertifikat, tapi dampaknya harus nyata. Masyarakat yang sudah lulus dari PKBM, mereka bisa unggul dan berdaya saing. Jangan jadi beban masyarakat atau pengangguran," pungkasnya saat dihubungi melalui telepon selular.***(Gie)