Wujudkan Pendidikan Alternatif yang Inklusif, PKBM Bumi Indonesia Gelar Sosialisasi di Kecamatan Karang Tengah
HARIANGARUT.NEWS - Kegiatan sosialisasi PKBM bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat tentang peran PKBM sebagai wadah pendidikan alternatif yang inklusif, fleksibel, dan berkelanjutan. Melalui PKBM, masyarakat memperoleh kesempatan belajar sepanjang hayat, peningkatan keterampilan, serta penguatan kompetensi untuk mendukung kemandirian dan kesejahteraan.
Merespon hal tersebut, Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bumi Indonesia melaksanakan sosialisasi penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027 kepada masyarakat di Desa Cintamanik, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Garut pada Senin (11/05/2026). Hadir dalam kesempatan ini, Kepala Desa Cintamanik Cecep Supriyadi didampingi Sekretaris Desa Kunkun Hadiansyah beserta warga setempat.

Ketua PKBM Bumi Indonesia, Romdhon Hanapi S.Pd mengungkapkan, tujuan Sosialisasi PKBM ini adalah memberikan pemahaman untuk Peningkatan mutu pembelajaran dan pemerataan akses layanan pendidikan pada satuan Pendidikan Kesetaraan mulai Kejar Paket A Setara SD/MI, Kejar Paket B Setara SMP/MTs, Kejar Paket C Setara SMA/MA, Keaksaraan Fungsional Dasar Dewasa, Taman Bacaan Masyarakat, dan kursus lainnya.
"Calon peserta didik sangat antusias dalam mengikuti sosialiasi pada hari ini dan mendengarkan paparan dari narasumber. Alhmadullilah juga pak Kades beserta staf sangat support dalam mendukung kegiatan ini. Karena dengan pendidikan kita akan punya kesempatan atau kesetaraan yang sama dengan orang lain, untuk meningkatkan mutu dikehidupan sehari-hari kita," ungkap Romdhon.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala PKBM Bumi Indonesia melaksanakan seluruh rangkaian acara secara aktif, mulai dari pemaparan materi oleh narasumber, sesi tanya jawab, hingga diskusi interaktif mengenai peran strategis PKBM dalam mendukung keberlanjutan pendidikan. Keikutsertaan ini mencerminkan komitmen PKBM Bumi Indonesia dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif, serta memastikan bahwa informasi mengenai SPMB dapat dijangkau oleh seluruh peserta didik, termasuk mereka yang berasal dari jalur pendidikan nonformal.
"Saat ini, sudah adanya kesetaraan antara pendidikan formal dan non-formal membuat PKBM kami semakin bertambah dan diminati oleh masyarakat. Hal ini menunjukan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan non formal. Tentu kepercayaan itu harus tetap kami jaga, jangan sampai hanya sebatas menggugurkan kewajiban dengan memperbanyak peserta didik. Selain itu, para tenaga pengajar di PKBM Bumi Indonesia ini dituntut untuk meningkatkan profesionalime dan kualitas pelayanan publik," pungkas Romdhon.***